Beranda Kuliner Perpaduan Sempurna Jadah Ketan dengan Tempe Bacem Khas Lereng Gunung Merapi

Perpaduan Sempurna Jadah Ketan dengan Tempe Bacem Khas Lereng Gunung Merapi

127
0
BERBAGI

Jika anda pergi berwisata ke daerah Kaliurang, tepatnya di lereng Merapi maka tak akan lengkap rasanya perjalanan tanpa mencicipi kuliner khas Yogyakarta tempo dulu, Jadah Tempe. Jadah tempe adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari Sleman, Yogyakarta. Makanan ini akan banyak ditemui di daerah wisata Kaliurang, biasanya yang sepanjang jalan kawasan wisata dan villa, para warga menajajakan jadah dan tempe bacem. Akan nikmat sekali suasana dingin daerah pegunungan dilengkapi dengan jadah dan tempe bacem sebagai pasangannya.

Jadah Tempe/Tahu sesungguhnya merupakan gabungan dari dua jenis makanan yaitu jadah dan tempe atau tahu. Jadah sendiri terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa sehingga menghasilkan rasa yang gurih kemudian dimasak tanak dan ditekan terus menerus sampai padat dan tidak menampilkan butiran beras ketannya lagi. Jadah di beberapa daerah dinamakan uli atau orang jawa bilang gemblong. Sedangkan tempe atau tahunya biasanya diolah dengan cara dibacem. Sehingga akan dihasilkan paduan rasa gurih dari jadah dan rasa manis sekaligus asin dari tempe atau tahu yang dibacem. Tekstur yang tercipta dari Jadah ini sangat unik, kenyal dan empuk sehingga membuat mulut kita akan terasa sibuk mengunyah Jadah ini sampai lembut. Orang-orang menyebut ini sebagai sensasi makan Jadah Tempe.

 

Akan lebih nikmat jika di temani dengan cabe rawit. Biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang. Makanan yang satu ini memang sangat cocok dinikmati pada hawa dingin, maka dari itu jenis makanan khas ini sangat sering ditemui di daerah lereng gunung Slamet, Kaliurang.

 

Mengutip dari portal website kabupaten Sleman, dijelaskan bahwa makanan Jadah Tempe ini yang terkenal adalah Mbah Carik di areal wisata Kaliurang sekaligus memang mempunyai sejarah yang sangat panjang. Pada mulanya, makanan ini tidak begitu terkenal karena merupakan makanan biasa saja milik masyarakat desa setempat. Kemudian Pada tahun 1950-an Jadah tempe ini diperkenalkan pertama kali oleh Sastro Dinomo atau yang sering disapa mbah Carik sekitar di desa Kaliurang. Makanan tersebut menjadi terkenal ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mencoba mencicipi jadah tempe. Ternyata Beliau sangat menyukainya. Terlebih beliau sering mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe ke Kaliurang. Sejak saat itulah makanan Jadah tempe menjadi terkenal dan menjadi makanan khas Yogyakarta khususnya di Kaliurang hingga saat ini.

 

Biasanya, jadah tempe dimakan dengan cara memakannya bersamaan dalam satu tangkup Namun saat ini banyak juga yang memakannya seperti memakan burger yaitu dengan dua buah jadah ditangkup dengan satu tempe bacem ditengahnya sehingga disebut dengan “burger Jawa”. Selain harganya yang murah, dalam satu porsi Jadah Tempe anda dapat kenyang terlebih dengan suasana pegunungan yang dingin membuat anda sering merasa lapar.